Memahami VG vs PG Dan Rasio VG:PG Pada Vapor atau Rokok Elektrik

Memahami VG vs PG Dan Rasio VG:PG Pada Vapor atau Rokok Elektrik

Memahami VG vs PG Dan Rasio VG:PG Pada Vapor atau Rokok Elektrik
E-Liquid terdiri dari komponen Propilen Glikol atau PG, atau Vegerable Glycerin atau VG. Satu atau kombinasi dari kedua cairan ini kemudian dicampurkan dengan nikotin cair untuk menciptakan e-Juice. Seberapa banyak e-Juice yang seorang perokok-elektrik konsumsi akan menciptakan pengalaman merokok yang berbeda. Jadi, seberapa banyak yang sesorang bisa gunakan? Hal ini tergantung pada beberapa hal.

Kadar Nikotin yang Diinginkan: Kadar nikotin yang ada menentukan berapa banyak komponen lain yang akan digunakan. Semakin sedikit kadar nikotinnya, semakin banyak cairan lain yang bisa digunakan, begitu jgua sebaliknya.

Mencari Kekuatan “Throat Hit”: Bagi meereka yang ingin merasakan pengalaman merokok dengan tendangan pada tenggorokan yang lebih banyak, e-Liquid dengan rasio PG yang lebih besar adalah pilihannya. Komponen ini dikenal memberikan throat hit, sehingga e-Liquid yang dipilih akan terdiri dari nikotin dan PG sebagai bahan utamanya. Rasio PG:VG yang bisa memberikan throat hi yang mantap adalah 70 (PG):30(VG) atau kombinasi rasio yang lebih kuat, 80(PG): 20(VG). Akan tetapi PG juga dikenal sebagai bahan yang menyebabkan alergi. Bila hal ini terjadi, maka sebaiknya tidak menggunakan e-Liquid dengan komponen PG.

Banyak orang yang menemukan dengan rasio PG yang lebih besar memberikan mereka lebih banyak sensasi rasa dan throat hit yang lebih mantap
Bila ingin “throat hit” yang lembut dan ada sedikit alergi dengan PG : Untuk mereka yang tidak begitu menyukai rasa kasar ditenggorokan, VG dan nikotin dapat digunakan tanpa campuran PG. Untuk banyak perokok, kombinasi ini memberikan throat hit yang lembut. Penting untuk diingat, kombinasi dengan rasio VG lebih besar memberikan sensasi rasa lebih sedikit.

Banyak pengguna rokok elektrik meracik sendiri rasa yang unik, sesuai dengan selera masing-masing, sehingga kombinasi rasa nya begitu banyak, namun rasio 70:30 yang disebutkan tadi umumnya terbukti sebagai rasio awal bagi para pemula. Dari situ, perjalanan meracik sendiri rasa yang diinginkan dapat dilakukan sampai terciptanya e-Liquid terbaik yang sesuai dengan selera. Dan tentu saja, banyak racikan komersil dengan beragam pilihan rasa yang tersedia dipasaran untuk mereka yang tidak ingin meracik sendiri e-Liquidnya.