Inilah Alasan 6 Game ini Dianggap Membohongi Para Pemainnya

6 Game yang Terang-terangan Membohongi Para Pemainnya

Membuat sebuah video game memang bukan suatu hal yang mudah, apalagi jika yang membuatnya selalu mendapat tekanan dari publisher dan para penggemar yang sudah lama menantikannya. Namun, hal ini seharusnya tidak menjadi alasan mengapa ada banyak game di luar sana yang secara terang-terangan telah membohongi para pembelinya.

Kelihatannya sudah menjadi suatu tren bahwa developer tidak akan berkata jujur tentang bagaimana hasil akhir dari game buatan mereka. Walaupun kualitas dari beberapa game yang telah “berbohong” mungkin cukup memuaskan beberapa orang, ada perbedaan besar yang terlihat jika kita membandingkannya dengan dengan demo ataupun apa yang diperlihatkan oleh para developernya dalam acara besar seperti E3 atau TGS. Mulai dari penurunan grafik yang sangat signifikan hingga fitur yang baru akan tersedia melalui micro-transaction, Inilah Alasan 6 Game ini Dianggap Membohongi Para Pemainnya!

1. No Man’s Sky

Kasus No Man’s Sky adalah suatu hal yang pasti sudah diketahui oleh semua orang. Terlepas dari fitur multiplayer yang hingga saat ini masih belum bisa mereka wujudkan, Sean Murray dan Hello Games telah berhasil membuat game buatan mereka menjadi terlihat sangat menarik, namun, sayangnya semua janji manis tersebut hanyalah sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan No Man’s Sky.

Inilah Alasan 6 Game ini Dianggap Membohongi Para Pemainnya!No Man’s Sky

Sebelum No Man’s Sky dirilis, para pemainnya dijanjikan sebuah petualangan luar angkasa dengan jumlah planet yang bahkan tidak bisa kita jelajahi sepenuhnya karena planet baru yang akan terus dibuat secara prosedural. Walaupun secara teknis Hello Games memang berhasil melakukan hal tersebut, kita tidak memiliki motivasi apapun untuk memulai sebuah perjalanan menjelajahi setiap planet yang kita lihat.

Semua hal yang Murray tunjukan dalam berbagai interview-nya telah membuat No Man’s Sky terlihat seperti sebuah game yang tidak akan membuat para pemainnya bosan walaupun dimainkan berulang kali, namun, ada banyak sekali fitur yang menghilang pada saat perilisannya sehingga No Man’s Sky tidak lebih dari sebuah game repetitif yang membuat para pemainnya merasa bosan setelah mencobanya beberapa kali. Walaupun Sony tetap berharap banyak kepada Sean Murray dan Hello Games, mereka tidak dapat merubah fakta bahwa No Man’s Sky telah berbohong kepada para pemainnya.

2. Watch Dogs

Ubisoft adalah perusahaan yang sudah cukup terkenal karena kemampuannya membohongi para penggemarnya. Mereka telah berulang kali memukau kita dengan demo yang diperlihatkan dalam acara besar sebelum membohongi para pemainnya dan menjual sebuah produk dengan grafik yang jauh lebih rendah. Salah satu contoh ”kebohongan” Ubisoft adalah Watch Dogs, sebuah game yang menghabiskan waktu selama lima tahun dan enam bulan dalam development hell sebelum akhirnya dirilis.

Dari apa yang bisa kita lihat dalam trailernya, Watch Dogs seharusnya menjadi sebuah game drama tentang Aiden Pearce dan misinya untuk menyelamatkan adiknya, Nicole, namun, apa yang kita dapatkan ternyata hanya sebuah opera sabun dengan sedikit sentuhan teknologi. Walaupun memiliki fitur hacking yang memang cukup unik, Watch Dogs terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memperdalam hubungan antara Aiden dengan Nicole sebagai cara untuk membuat para pemainnya merasa lebih emosional, sayangnya hal ini tidak terlalu efektif.

Grafik dari produk akhirnya yang berbeda jauh dengan trailer di atas juga menjadi alasan mengapa banyak orang cepat merasa bosan saat memainkan game tersebut. Ditambah lagi, setelah beberapa pemainnya memutuskan untuk membongkar file game-nya, mereka menemukan sebuah file grafis dengan kualitas tinggi yang tidak digunakan oleh Ubisoft. Walaupun mereka telah mengatakan bahwa file tersebut tidak mungkin digunakan karena keterbatasan teknologi, Watch Dogs telah kehilangan banyak hal yang sebelumnya pernah Ubisoft janjikan. Cerita yang tidak bermakna, kualitas grafis yang standar dan gameplay yang repetitif adalah alasan mengapa Watch Dogs telah membohongi para pemainnya.

3. Destiny

Jika No Man’s Sky adalah salah satu game yang paling mengecewakan pada tahun 2016, maka Destiny pantas mendapat gelar yang sama pada tahun 2014. Banyak orang berharap Destiny akan menjadi sebuah game yang dapat menggantikan Halo dengan mode single player dan cerita yang tidak akan membuat para pemainnya merasa bosan, namun, jika mereka dapat memenuhi janji tersebut maka Destiny pasti tidak akan berada dalam daftar ini.

Dengan ending yang sangat mengecewakan dan sebagian besar dari konten yang baru bisa di dapat setelah mengeluarkan lebih banyak uang, Destiny bukanlah apa yang seharusnya didapat oleh para penggemar yang telah menanti 10 tahun. Banyak orang sangat menaruh harapan besar kepada Bungie, dan mereka sudah seharusnya mendapat tekanan seperti itu; Bungie adalah developer yang dikenal karena franchise Halo, seharusnya mereka sudah paham apa yang dapat membuat game first-person shooter menjadi menarik.

Destiny mengharuskan para pemainnya untuk menghabiskan waktu berjam-jam di tempat yang sama hanya untuk meningkatkan level mereka atau mendapatkan sebuah item baru, dan hal tersebut pasti dengan senang hati dilakukan oleh para pemainnya jika Destiny dapat menghibur para pemainnya. Dengan banyaknya bug yang terus bermunculan, kelihatannya berbohong adalah salah satu cara Bungie untuk mengatasi masalah tersebut. Inilah alasan utama mengapa Destiny adalah game yang membohongi para pemainnya berulang kali.

4. Aliens: Colonial Marines

Jika ada sebuah gelar untuk game yang penjualannya hanya bergantung kepada sebuah kebohongan, maka Aliens: Colonial Marines adalah satu-satunya game yang memegang gelar tersebut. Apa yang dapat dimainkan oleh para penggemarnya sangat berbeda jauh (atau bahkan berbeda) dengan demo dan video yang selama ini telah diperlihatkan pada berbagai acara besar. Aliens: Colonial Marines adalah game yang dibuat dengan penuh miskomunikasi antara developer dan visi yang berbeda-beda.

Setelah Sega mengatakan bahwa mereka berhasil mendapatkan ijin untuk membuat sebuah game berdasarkan franchise Aliens, mereka langsung merekrut Gearbox untuk bekerjasama, namun, developer tersebut ternyata lebih memilih mengerjakan Borderlands 2 dan meng-outsource-kan pengerjaan Aliens: Colonial Marines kepada beberapa studio yang berbeda. Hal ini jelas membuat perilisan dari game tersebut menjadi tertunda, dan miskomunikasi juga telah membuat Aliens: Colonial Marines harus dirombak berkali-kali sebelum akhirnya bisa dirilis.

Pada akhirnya, apa yang kita dapatkan sangat berbeda jauh dengan apa yang telah mereka perlihatkan, dan bahkan game ini membuat Sega hampir mengeluarkan uang sebesar $ 1.25 juta hanya untuk menyelesaikan tuntutan yang diberikan para pemainnya kepada mereka dan Gearbox. Disaat Sega telah mengakui kesalahan mereka, Gearbox justru tetap bersikeras untuk mempertahankan Aliens: Colonial Marines. Sayangnya, tindakan Gearbox adalah suatu kesalahan dan mereka telah memaksa Aliens: Colonial Marines untuk masuk ke dalam daftar game yang membohongi pemainnya.

5. The War Z/Infestation: Survivor Stories

The War Z seharusnya menjadi sebuah game yang dapat menyaingi DayZ, namun, pada saat peluncurannya game ini justru tidak memiliki berbagai fitur yang diperlihatkan dalam halaman Steam mereka. Berbohong tentang konten dari suatu game kepada publik adalah kesalahan yang cukup besar; mengelak dan menuduh para pembelinya tidak membaca deskripsi game-nya dengan benar adalah kesalahan yang jauh lebih besar. Drama ini juga ternyata masih terus berlanjut, karena para developer The War Z telah memblokir siapapun yang memberikan komentar negatif tentang game mereka dalam berbagai forum Steam.

Walaupun para developernya terus mengatakan bahwa 93% dari pemainnya telah merasa cukup puas, banyaknya komentar negatif yang mereka terima telah memaksa Steam untuk menghapus The War Z dari website mereka. Salah satu pengguna Reddit bahkan sempat membandingkan apa yang tertulis dalam halaman Steam The War Z sebelum produk tersebut dihapus dengan apa yang ada dalam game-nya.

Sudah jelas bahwa The War Z adalah sebuah duplikat berbayar dari DayZ, namun, mico-transaction yang ada dalam game tersebut telah dirancang sedemikian rupa untuk mengambil uang dari para pemainnya. Kasus ini bahkan sampai membuat banyak pembelinya membuat petisi yang meminta uang mereka dikembalikan. Jika ada game yang sangat dibenci oleh para penggemarnya dan komunitas Steam hingga menuai kontroversi sebesar ini, maka hanya The War Z yang dapat melakukan hal tersebut.

6. Tom Clancy’s The Division

Setelah mendapat banyak komentar negatif akibat Watch Dogs, seharusnya Ubisoft bisa belajar dari kesalahan mereka. Sayangnya, Ubisoft kembali mengulangi kesalahan yang sama saat merilis Tom Clancy’s The Division dengan menurunkan kualitas grafisnya. Walaupun The Division tetap menjadi sebuah game dengan kualitas visual yang cukup tinggi, ini hanyalah awal dari banyaknya masalah yang akan mereka hadapi.

The Division seharusnya menjadi sebuah game MMO yang mewajibkan para pemainnya saling bekerjasama, namun, pada kenyataannya hampir sebagian besar aktifitas bisa dilakukan tanpa bantuan orang lain. Ditambah lagi, pada hari perilisannya server Ubisoft justru mengalami masalah sehingga banyak orang tidak bisa memainkan game yang telah mereka tunggu-tunggu.
Salah satu masalah lainnya yang harus mereka hadapi adalah ”komentar” yang diberikan Gamezone dalam website mereka. Ubisoft menggunakan komentar dari Gamezone yang mengatakan bahwa popularitas game mereka telah mengalahkan Destiny, namun, komentar tersebut ternyata tidak pernah diberikan dan Ubisoft sempat mendapat masalah karena terang-terangan berbohong dalam website resminya hanya untuk memasarkan The Division.

Apakah menurutmu ada game lainnya yang telah membohongi dan membuatmu merasa kecewa? Atau ada game yang menurutmu tidak seharusnya ada dalam daftar ini?

Silahkan Tuliskan pendapatmu di komentar yah…!

Artikel Asli :
DUNIAKU.NET