Mengapa Golkar ingin membangun koalisi padahal bisa mengusung calon tanpa koalisi? 

wp-1485230671785.jpg

Politik adalah seni mensiasati tantangan dan seni mengelolah peluang untuk menjadi pemenang di semua kompetisi.

Soal peluang HAM Nurdin Halid maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Pelaksana tugas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu tidak sulit mendapat kendaraan. NH pun lebih relatif aman dibandingkan para bakal calon lainnya.

“Kekuatan kursi partai Golkar di DPRD Sulsel dan di DPRD Kabupaten/kota menjadikan NH lebih berpeluang daripada calon lain,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel, Abdul Karim, Minggu (22/1/2017).

Mengapa Golkar ingin membangun koalisi padahal bisa mengusung calon tanpa koalisi?

Menurut Karim, Golkar adalah parpol relatif solid di Sulsel. Riak-riak yang terjadi di Golkar sering terjadi tetapi Golkar punya kemampuan mengelola konflik internalnya.

Mengapa Golkar ingin membangun koalisi padahal bisa mengusung calon tanpa koalisi? Karim, menyatakan, Golkar hendak menguasai kendaraan sehingga calon lain berpotensi kesulitan mendapatkan kendaraan.

Dengan kondisi begitu, lanjut Karim, Ichsan Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang kemungkinan tidak menumpangi Golkar. Dan kita bisa lihat akhir-akhir ini begaimana IYL dan Agus AN roadshow ke sejumlah partai politik.

“Hari ini, kita bisa melihat NH sedang sibuk konsolidasi internal karena di atas kertas sudah ok soal parpol pengusungnya, yakni Golkar sendiri. Tetapi IYL dan Agus AN sampai hari ini masih berjuang mencari parpol,” lanjut Karim.

Karim menyakini di Pilgub Sulsel nanti hanya ada tiga pasangan calon, mereka, NH-Aziz Kahar, Agus-Nurdin Abdullah, dan Ichsan Yasin Limpo-Rusdi Masse. Tiga pasangan itu, kata Karim masing-masing punya kelemahan yang sama.

Kelemahan yang sama dimaksud itu adalah mereka mengandalkan kemampuan finansial sebagai kekuatan politik utama sehingga kontestasi pilgub nantinya sesungguhnya adalah pertarungan finansial.

Menurutnya, aura demokrasi pilgub harus dimunculkan, sosok-sosok yang hendak bertarung harus memunculkan aura demokrasi itu.

Parpol-parpol pendukung dan warga juga berkewajiban memunculkan aura demokrasi dalam pilgub nanti.
Sumber : Tribun-Timur.com