Mengharukan Kisah Pramugari Mengorbankan Nyawanya Demi Menyelamatkan 359 Penumpang

IMG_5579

Ini adalah kisah nyata mengenai seorang pramugari hebat yang telah difilmkan oleh Bollywood beberapa bulan silam. Sangat disarankan untuk menonton filmnya langsung untuk merasakan pengalaman langsung. Berikut adalah kronologisnya.

Maskapai Pan America (Pan Am) dengan nomor penerbangan 73 dari India transit di bandara Karachi, Pakistan dengan tujuan New York. Setibanya di bandara Karachi, empat teroris bersenjata langsung memaksa masuk dan menguasai pesawat berikut penumpang dan awak pesawat.

Neerja Bhanot yang saat itu bertugas sebagai pramugari senior diam-diam menghubungi pilot sehingga pilot, kopilot dan flight engineer berhasil melarikan diri melalui lubang palka di atas kokpit. Tindakannya sesuai dengan prosedur darurat, karena jika pilot berhasil ditangkap teroris, ditakutkan pilot akan menuruti perintah teroris untuk menerbangkan pesawat sehingga usaha penyelamatan akan menjadi lebih sulit.

 

Neerja Bhanot - Pramugari

 

Ketika para penumpang berhasil dikuasai, para teroris mengincar paspor warga negara Amerika Serikat. Selain itu mereka meminta Neerja menghubungi pihak bandara untuk mengirimkan pilot dalam waktu 30 menit atau akan ada penumpang yang mati. 30 menit berlalu pihak bandara menemui teroris di luar pesawat dan memberitahu pilot akan segera datang. Akan tetapi mereka tidak percaya dan benar-benar menembak mati salah seorang penumpang asal Amerika Serikat dan membuang mayatnya ke landasan pacu. Sontak semua penumpang dan pramugari berteriak ketakutan.

Setelah itu, para teroris memerintahkan semua pramugari untuk mengumpulkan seluruh paspor penumpang. Neerja tahu apabila ketahuan ada penumpang dari AmerikaSerikat, para teroris tidak akan berpikir dua kali untuk membunuh mereka. karena itu ia memberitahu rekannya untuk menyembunyikan paspor Amerika Serikat di bawah kursi.

Para teroris sempat bingung karena tidak ada satu pun paspor Amerika Serikat. Selain itu Neerja benar-benar tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Sang pramugari cantik tersebut selalu tersenyum meskipun para teroris terus-menerus menebar ancaman dan ketakutan. Bahkan ia masih sempat melayani penumpang dengan membagikan makanan dan kopi seolah tidak ada insiden sama sekali.

Puncaknya adalah setelah dibajak selama 17 jam, daya pesawat melemah karena generator mati. Pesawat gelap gulita karena semua lampu mati. Para teroris menjadi panik karena mengira itu perbuatan tentara Pakistan yang akan menyerbu masuk ke dalam pesawat dan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah penumpang.

Kondisi kabin menjadi sangat mencekam dan mengerikan. Suara desingan peluru bercampur dengan suara teriakan penumpang yang ketakutan. Korban pun mulai berjatuhan. Mayat bersimbah darah.

Ketika pintu darurat terbuka, semua orang berbondong-bondong keluar dari pesawat. Neerja bisa saja menyelamatkan diri dengan keluar terlebih dahulu karena sudah berada di ambang pintu darurat. Ia memprioritaskan keselamatan penumpang dengan membiarkan mereka keluar lebih dulu. “Ayo cepat keluar,” katanya.

Para korban yang selamat melihat Neerja sempat melindungi tiga orang anak kecil saat teroris menembak membabi buta hingga perutnya terkena tembakan tersebut. Bahkan saat terluka parah seperti itu, ia masih berusaha menuntun sebanyak mungkin orang keluar melalui pintu darurat.

Ketika salah satu teroris melihat Neerja membantu mengeluarkan penumpang, ia menyeret dan menembak kepalanya. Salah satu penumpang yang selamat berkata, “Aku melihatnya di saat terakhir. Neerja ditembak di kepalanya dari jarak dekat.”

Pembajakan berakhir ketika para tentara Pakistan berhasil masuk dan melumpuhkan ke empat teroris.

Ibunya Neerja tidak kuasa menahan tangis saat melihat tubuh anaknya yang sudah terbujur kaku. Anak perempuan satu-satunya sudah pergi selama-lamanya.

Atas keberaniannya yang luar biasa, pemerintah India menganugerahinya dengan Ashok Chakra, sebuah penghargaan tertinggi di India bagi warga sipil untuk kategori keberanian. Neerja juga penerima penghargaan termuda saat itu, 23 tahun. Untuk menghibur ibu Neerja, presiden India mengatakan, “Tidak ada lagi ibu seperti Anda di negara ini dan Anda boleh berbangga memiliki anak seperti Neerja.”  Kesetiaannya pada penumpang menjadi penghormatan abadi sebagai bentuk kemuliaan tertinggi dari jiwa manusia.

Neerja Bhanot (7 September 1963 – 5 September 1986). Berkat tindakan heroiknya, dari 379 penumpang dan awak pesawat, 359 berhasil selamat, termasuk 42 penumpang Amerika Serikat.

4 teroris yang ternyata berasal dari organisasi Abu Nidal diadili dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Selain Ashok Chakra, Neerja juga menerima penghargaan Tamghae-e-Insaaniyat dari Pakistan atas kebaikannya yang luar biasa, Heroism Award dari yayasan keselamatan penerbangan USA, Special Courage Award dari pemerintah Amerika, Penghargaan dari kementrian penerbangan sipil India serta Justice for Crimes Award dari persatuan pengacara Amerika wilayah District of Columbia.

Neerja Bhanot is the real hero.

Semoga artikel ini menginspirasi. Salam.