Harap Dipahami Sebelum Mengajukan Kartu Kredit !

-Mengajukan-Kartu-Kredit

Ilmu pengelolaan keuangan merupakan ilmu dasar yang perlu dimiliki oleh semua orang, apapun latar belakang pendidikannya. Memahami sedikit dasar-dasar manajemen keuangan pribadi terbukti dapat membantu kehidupan seseorang menjadi lebih sejahtera.

Sebagai contoh, apakah kamu mengetahui bahwa deposito di bank menerapkan bunga berbunga? Misalnya, jika kamu menabung Rp 10 juta dengan bunga 10 persen per tahun, maka di akhir tahun pertama kamu akan memperoleh bunga Rp 1 juta (10 persen x Rp 10 juta).

Namun, di akhir tahun kedua nilai bunga yang kamu peroleh bukanlah Rp 1 juta, melainkan Rp 1,1 juta (10 persen + [Rp 10 juta + bunga Rp 1 juta). Menjadi melek finansial membuat kamu bisa membuat perencanaan keuangan yang baik.

Berikut ini merupakan empat tips pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan kartu kredit yang Anda miliki:

Pertama, manfaatkan laporan transaksi pemakaian kartu kredit.

Jika Anda pengguna kartu kredit, tentu Anda tahu bahwa bank akan mengirimkan laporan penggunaan kartu kredit setiap bulan. Dari sini, Anda bisa melihat berbagai transaksi yang Anda lakukan serta berbagai cicilan yang sedang berjalan.

Ini sangat bermanfaat untuk membuat budget pengeluaran Anda di bulan berikutnya, sekaligus menghitung penyisihan dari penghasilan Anda untuk ditabung.

Kedua, gunakan fitur cicilan.

Misalkan Anda ingin membeli suatu smartphone baru, Anda bisa memilih untuk menggunakan tabungan Anda atau mencicilnya dengan kartu kredit. Tergantung pihak merchant, bisa jadi Anda diberikan bonus diskon atau cashback yang akan mengurangi nilai beli smartphone tersebut.

Fitur cicilan kartu kredit juga berguna untuk menjaga kestabilan arus kas Anda setiap bulan. Hanya saja, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk melunasi cicilan baru setiap bulannya.

Ketiga, otomatisasi untuk pembayaran rutin.

Ada banyak pembayaran rutin yang mungkin saja bisa terlupakan dan mengakibatkan denda jika telat dibayar. Sebagai contoh, Anda mungkin perlu membayar rutin untuk listrik, air, asuransi, dan keanggotaan gym.

Dengan menggunakan kartu kredit untuk otomatisasi berbagai pembayaran tersebut setiap bulan, Anda tidak perlu khawatir akan lupa melakukannya.

Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas auto-debet untuk melunasi tagihan kartu kredit dari rekening bank Anda. Hal ini juga membantu Anda menghemat waktu dan mencegah Anda telat melunasi tagihan kartu kredit.

Keempat, penggunaan kartu kredit lebih dari satu.

Umumnya, satu orang dibatasi maksimal menggunakan dua kartu kredit saja dari pemerintah terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan. Jika kamu jeli memanfaatkan kondisi ini, maka kamu dapat memanfaatkannya untuk mempermudah pengelolaan keuangan kamu.

Setiap kartu kredit memiliki keunggulan fiturnya masing-masing. Gunakan keunggulan-keunggulan tersebut untuk memaksimalkan diskon dan manfaat lainnya dari setiap kartu kredit.

Sebagai contoh, kartu kredit A memiliki banyak fitur diskon untuk belanja kebutuhan di situs e-commerce dan supermarket; sedangkan kartu kredit B memiliki banyak fitur terkait traveling dan belanja berbagai kebutuhannya.

Nah, gunakan masing-masing kartu kredit untuk transaksi yang sesuai untuk memaksimalkan diskon atau manfaat lainnya.

Jadikan diri Anda melek finansial dan cermat dalam memanfaatkan kartu kredit, maka Anda dapat mencapai kesejahteraan finansial.

Kartu kredit saat ini sudah menjadi alat bantu transaksi yang populer di kalangan masyakat Indonesia sebagai pengganti uang tunai.

Banyak keunggulan kartu kredit seperti diskon dan cashback yang membuat kamu justru dapat berhemat dari transaksi sehari-hari, asalkan digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Bagi kamu yang belum punya kartu kredit, pengajuan kartu kredit pertama mungkin menjadi hal yang cukup mendebarkan.

lustrasi-kartu-kredit

Nah, sebelum kamu mengisi aplikasi kartu kredit, sebaiknya perhatikan dulu beberapa poin ini agar pengajuan kamu lancar ya:

1. Pastikan kamu memiliki pengetahuan dasar seputar kartu kredit

Sebelum mengajukan untuk kartu kredit, kamu harus mengerti dasar-dasar cara kerja kartu kredit. Satu hal paling penting yang perlu kamu ketahui, kartu kredit merupakan hutang, bukan asset.

Dengan cara ini, kamu bisa minimal mengetahui cara benar penggunaan kartu kredit agar tidak sampai boros dan tetap bisa menikmati keuntungan dari kepemilikan kartu kredit.

2. Pastikan seluruh syarat dan dokumen teah dipenuhi

Saat mengajukan aplikasi kartu kredit, kamu pasti akan dimintai berbagai data seperti nomer kontak dan kelengkapan dokumen pribadi seperti KTP, NPWP, dan slip gaji.

Pastikan agar kamu sudah menyiapkan seluruh dokumen pribadi yang sesuai dengan kebutuhan bank tempat kamu akan mulai mengajukan kartu kredit. Kesalahan atau kelalaian data pribadi dapat menyebabkan aplikasi kamu ditolak.

3. Pastikan kamu memilih kartu kredit yang sesuai kemampuan kamu

Setiap kartu kredit memiliki plafon atau jumlah maksimal yang bisa ditagihkan ke kartu kredit tersebut. Jangan berkecil hati jika plafon kamu tidak tinggi, karena wajar kalau kartu kredit pertama yang dipegang tidak memiliki limit tinggi.

Selain itu, kartu kredit tertentu memang dikhususkan untuk orang-orang ‘kelas atas’, sehingga biaya bunga atau annual fee-nya akan cukup tinggi sekalipun fitur yang diberikan juga cukup ‘wah’. Sesuaikan produk katu kredit dengan kemampuan kamu ya.

4. Pastikan kamu sudah membandingkan beberapa produk kartu kredit

Yang paling penting, jangan lupa untuk membandingkan berbagai produk kartu kredit. Jangan karena kebetulan ada promo, misalnya power bank gratis untuk setiap pengajuan aplikasi, kamu langsung asal mengajukan aplikasi. Mengapa?

Sebab kalau kamu punya kebanyakan kartu kredit yang tidak memberikan manfaat tambahan untuk kamu, bisa-bisa kamu malah menjadi lebih boros dan tidak hemat karena harus membayar biaya tahunan untuk kartu kredit yang tidak begitu berguna.

Kartu kredit merupakan alat bantu transaksi yang sudah umum digunakan oleh masyarakat sehari-hari. Kemudahan dalam penggunaan kartu kredit memang dapat membuat beberapa orang yang tidak bisa menahan nafsu belanjanya menjadi cenderung boros.

Asalkan kamu bisa mengontrol diri dengan tidak terlalu sering membawa kartu kredit, kartu kredit tentu dapat berguna untuk membantu transaksimu sehari-hari.

Nah, meskipun kamu bisa mengendalikan diri dalam menggunakan kartu kredit, kamu tetap saja perlu jeli saat membayar tagihan utang kartu kredit.

Pernahkah kamu merasa jumlah yang harus kamu bayar lebih tinggi daripada jumlah yang seharusnya?

Hal-Tak-Terduga-yang-Membuat-Tagihan-Kartu-Kredit-Bengkak

Jika iya, coba simak beberapa hal tak terduga yang membuat tagihan kartu kredit bengkak berikut:

1. Telat bayar tagihan meski hanya sehari
Ini sering terjadi kalau kamu tidak ingat dengan pasti tanggal jatuh tempo bulanan tagihan kartu kredit kamu, atau kamu punya kebiasaan membayar tepat di tanggal jatuh tempo. Setiap bank memiliki ketentuan untuk pembayaran pada tanggal jatuh tempo.

Sebagai contoh, bank tertentu mungkin menetapkan batas jam 2 siang di tanggal jatuh tempo agar pelunasan kamu dianggap tidak telat. Selain itu, kamu juga perlu memperkirakan waktu kliring kalau membayar tagihan dari bank lain.

2. Tidak sadar akan adanya biaya tahunan
Karena hanya ditagihkan satu tahun sekali, banyak pengguna kartu kredit yang sering tidak sadar dan kaget ketika melihat jumlah tagihannya melonjak. Biaya tahunan dikenakan selama kartu kredit yang kamu pegang memiliki status aktif.

Kalau kamu sudah lama menggunakan kartu kredit, kamu bisa coba bernegosiasi dengan pihak bank untuk memunahkan biaya tahunan kartu kreditmu. Beberapa bank juga memiliki opsi untuk memunahkan biaya tahunan dengan poin reward atau kalau jumlah pemakaian kartu kredit kamu mencapai nilai tertentu.

3. Adanya biaya tambahan dari merchant
Ketika menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi di toko, jangan lupa untuk menanyakan apakah mereka mengenakan biaya penggunaan kartu kredit.

Beberapa toko menerapkan kebijakan untuk mengenakan biaya penggunaan kartu kredit kepada konsumen, dan terkadang kamu sebagai pembeli tidak sadar kalau nilai yang digesek dengan kartu kamu lebih besar dari nilai barang yang kamu beli.

Biaya ini biasanya berkisar di antara 1 persen hingga 3 persen dari nilai barang.

4. Melakukan tarik tunai dengan kartu kredit
Menggunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi tarik tunai sebenarnya kurang bijak. Bank biasanya menetapkan biaya sekitar 3 persen hingga 6 persen sesuai nominal uang yang kamu tarik, dan bunga ini dihitung secara harian.

Kalau kamu membutuhkan uang tunai untuk suatu keperluan, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengajukan KTA daripada menarik uang tunai menggunakan kartu kredit.

5. Hanya melakukan pembayaran minimum
Dari semua biaya, yang paling tidak disadari oleh pengguna kartu kredit adalah biaya bunga yang timbul karena tidak melunasi penuh tagihan kartu kredit sebelumnya. Pembayaran minimum sebesar 10 persen dari total tagihan berfungsi untuk menjaga status kartu kredit kamu tetap aktif.

Namun, kalau kamu tidak melunasi utang kamu dengan penuh, maka kamu akan dikenakan bunga secara proporsional sesuai jumlah yang belum kamu lunasi.

Penggunaan kartu kredit saat ini sudah menjadi bagian dari tren gaya hidup masyarakat khususnya yang tinggal di kota-kota besar. Banyak sekali masyarakat yang berutang menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginan.

Namun sayangnya masih saja ada yang tidak cermat dalam menggunakan kartu kredit. Kartu kredit seharusnya digunakan untuk membantu nasabah dalam membayar sesuatu dengan cepat, bukannya justru membebani nasabah dengan terlilit utang.

Bila digunakan dengan cermat dan perhitungan yang tepat, penggunaan kartu kredit dapat menguntungkan nasabah. Sebagai contoh, membeli produk dengan cicilan 0 persen, memberi produk dengan diskon tertentu tergantung merchant yang bekerjasama dengan bank penerbit.

Selain itu juga, dari beberapa bank kartu kredit pun ada pula yang memberikan cash back setiap transaksi yang Anda lakukan dengan menggunakan kartu kredit. Jadi dapat dikatakan keuntungan yang diberikan dari penggunaan kartu kredit cukup beragam.

Namun bagi sebagian orang yang terjerat dengan utang kartu kredit, masih tidak menyadari akan kesalahan yang dibuatnya, sehingga membuatnya kesulitan setelah menggunakan kartu kredit tersebut.

credit-card

Oleh karena itu, bagi para pengguna kartu kredit yang masih lancar penggunaannya, Berikut beberapa kesalahan yang dilakukan pengguna kartu kredit yang perlu diketahui, antara lain :

1. Seluruh Tagihan Kartu Kredit Tidak Dilunasi
Walaupun bank memberikan kemudahan dalam pembayaran tagihan dengan menggunakan pembayaran minimum, alangkah baiknya tagihan yang dimiliki dibayarkan secara lunas.

Ini dikarenakan bila tagihan Anda bayarkan dengan cara pembayaran minimum, tidak akan membuat utang Anda berkurang, tetapi malah justru semakin besar.

Sebagai contoh Anda menggunakan limit kartu kredit empat juta rupiah, dan Anda bayar minimum dari 10 persen dari tagihan yaitu sebesar empat ratus ribu rupiah. Namun bulan berikutnya sisa tagihan Anda ditambahkan bunga dari tagihan empat juta rupiah, bukan dari sisa tagihan.

Jadi ketika nasabah membayar dengan pembayaran tagihan minimum, otomatis tagihan dikenakan bunga yang lebih tinggi mencapai 4 persen per bulan. Itulah mengapa banyak yang terjerat utang.

2. Menggunakan Kartu Kredit Sebagai Kartu Debit
Sebagian pengguna kartu kredit yang terlilit utang beranggapan kartu kredit yang dimiliki dapat berfungsi sebagai kartu debit. Padahal jelas berbeda fungsinya antara kedua kartu tersebut bila digunakan untuk transaksi.

Kartu debit digunakan menarik uang di ATM dan tidak dikenakan bunga, sedangkan kartu kredit dikenakan bunga berkisar 3% lebih. Oleh karenanya buang jauh-jauh anggapan tersebut agar tidak membebani di masa mendatang.

3. Kartu kredit Digunakan Membayar Utang
Jika Anda memiliki utang lain selain kartu kredit seperti KPR atau kredit barang elektronik, kemudian Anda gunakan kartu kredit untuk menutupi utang tersebut, maka risiko terjerat utang semakin besar.

Ini dikarenakan menggunakan kartu kredit untuk menutupi utang sama saja menukar utang Anda dengan bunga yang lebih besar, maka hindari langkah ini untuk kebaikan Anda.

4. Kartu Kredit yang Digunakan Tidak Dikontrol
Dengan menggunakan kartu kredit tanpa control akan menyebabkan Anda terbebani dengan banyaknya utang kartu kredit yang dibayar.

Untuk itulah selalu control penggunaan kartu kredit Anda, baik dari segi pemakaian maupun jumlah tagihan. Tentukan batas maksimal limit yang digunakan dan jangan sampai melebihi batas maksimal penggunaan, agar tetap terkontrol maka tinggalkan kartu kredit Anda di rumah, bila sudah mencapai limit maksimal penggunaan kartu kredit.

Selalu perhatikan tanggal jatuh tempo pembayaran yang tercantum dalam lembar tagihan. Bila mengalami keterlambatan, akan dikenakan denda biaya keterlambatan hingga bunga, oleh karena itu jangan sampai terlambat.

Atur Penggunaan Kartu Kredit Anda

Dengan memperhatikan dan menerapkan menghindari 4 kesalahan penggunaan kartu kredit, dipastikan Anda pun akan terhindar dari jerat utang kartu kredit. Ini dikarenakan Anda disiplin dan mengatur penggunaannya, sehingga tidak melebihi batas penggunaan.

Dengan teratur membayar kartu kredit Anda, akan dapat meningkatkan limit kartu kredit yang dimiliki secara otomatis. Tentunya hal tersebut merupakan keuntungan bagi nasabah khususnya yang membutuhkan limit besar, sebagai contoh yang sedang mengembangkan bisnisnya. Dalam daftar hitam bank Indonesia pun tidak akan tercantum nama Anda, apabila dalam segi pembayaran lancar dan tidak macet.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com