Hafiz Tuna Netra Melengkapi Rukun Islam dengan Menunaikan Ibadah Haji.

Hafiz Tuna Netra Berangkat Haji

Calon haji (calhaj) tunanetra asal Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Imam Suhandri (50), berangkat ke Tanah Suci tanpa keluarga.

“Saya didampingi dua orang yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri,” kata Calhaj Kloter 35 itu saat ditemui di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (23/8).

Imam yang “hafiz” (hafal Alquran) itu menjelaskan istrinya bernama Husnul Khotimah (47 tahun) dan dua anaknya tidak bisa ikut beribadah haji, karena dirinya tidak punya uang.

“Saya sendiri termasuk haji sokeh atau haji yang berangkat karena sokongane wong akeh (dibantu banyak orang),” kata tunanetra yang berprofesi sebagai pengobat alternatif dan sering diundang untuk ‘mendoakan’ orang itu.

Namun, katanya, dirinya juga tidak termasuk lancar dalam menunaikan ibadah haji. “Saya mendaftar haji tahun 2009 dan rencananya berangkat tahun 2013, tapi saya dan ratusan orang ditipu KBIH sehingga batal,” katanya.

Akibatnya, biaya ibadah haji sebesar Rp 35 juta miliknya dan ratusan orang pun hilang, karena dibawa kabur pemilik KBIH asal Mojosari, Mojokerto, sehingga dirinya terpaksa mengumpulkan uang lagi.

“Saya bersyukur, banyak pasien yang sering saya bantu akhirnya kasihan dan menolong saya untuk mengurus porsi haji ke Kemenag Mojokerto, ada yang membantu sejuta atau Rp 500 ribu hingga saya mendaftar lagi,” katanya.

Bahkan, dua orang yang mendampinginya ke Tanah Suci saat ini merupakan pasien yang pernah ditolongnya. “Saya akan patuh kepada dua pendamping saya itu, saya nggak boleh lepas darinya,” katanya.

Ditanya kesan-kesan bisa menunaikan haji ke Tanah Suci pada tahun ini, ia mengaku sangat bersyukur, karena bisa melengkapi Rukun Islam dengan menunaikan ibadah haji.

“Saya sangat bersyukur, bahkan semakin dekat, saya semakin bersemangat,” kata calhaj yang tunanetra sejak usia lima tahun tapi menghafal Alquran selama enam tahun sejak usia 18 tahun di Pesantren Tebuireng.

Dalam Kloter 35 juga terdapat calhaj tertua di Jatim yakni Ny Sriatin (93) asal Dungus, Desa Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang menunaikan ibadah haji dengan didampingi anaknya, Misnanto (54).

Sumber : Link